NATIVZEN.com – Hari ini IA semakin pintar, perkembangan teknologi juga kian cepat. Algoritma bahkan bisa membantu kita mengambil keputusan. Tapi, di tengah semua itu, ada satu pertanyaan: kalau teknologi terus berkembang, bagaimana kita tetap menjadi manusia?
Pertanyaan inilah yang dibawa Indosat ke Ideafest 2026: Re-Humanize melalui gagasan “Heartware Inside the Hardware”. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap hardware, sistem, algoritma, dan AI, selalu ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh mesin.
Ya, itu adalah manusia, dengan rasa ingin tahu, kreativitas, imajinasi, nilai, dan kebijaksanaannya untuk menentukan arah. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui kolaborasi Indosat bersama seniman Indonesia Sarkodit, lewat karya instalasi bertajuk “Peran-Tara”.

Nama Peran-Tara sendiri merupakan permainan makna. Ia berbicara tentang peran manusia sekaligus tara, akal dan kebijaksanaan yang kita gunakan untuk memilih, menentukan arah, dan memberi makna pada apa yang kita ciptakan.
Karena pada akhirnya, teknologi mungkin bisa membawa kita ke mana saja, tetapi manusialah yang tetap harus menentukan arah dan tujuannya. Melalui Peran-Tara, Sarkodit juga merekam perjalanan Indosat dari waktu ke waktu.
Yang berhasil direkam oleh Sarkodit adalah sebuah perjalanan tentang konektivitas yang terus berkembang, dari menghubungkan Indonesia dengan dunia, hingga membuka kemungkinan-kemungkinan baru melalui teknologi.
“Ketika Indosat membawa gagasan Heartware Inside the Hardware, saya melihatnya sebagai ajakan untuk kembali melihat teknologi dari sisi manusia. Teknologi bisa terus berubah dan semakin canggih, tetapi selalu ada manusia di baliknya,” ungkap Sarkodit.
Ia menambahkan bahwa manusia yang memiliki ide, membuat pilihan, memberikan makna, dan menentukan akan dibawa ke mana teknologi tersebut. Dari situlah Peran-Tara lahir sebagai interpretasi saya terhadap gagasan tersebut.
Bagi Indosat, teknologi harus membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia, mulai dari belajar, bekerja, berkarya, dan terhubung. Semangat inilah yang terus menjadi bagian dari perjalanan Indosat.
“Peran-Tara selaras dengan peran Indosat sebagai penghubung antara teknologi terbaik dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ucap Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communication Indosat Ooredoo Hutchison.
Ia menambahkan bahwa bagi Indosat, teknologi, termasuk AI, akan lebih berarti ketika membawa manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Semangat ini sejalan dengan #LebihBaikIndosat, bahwa kemutakhiran teknologi pada akhirnya harus membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia.

“Peran-Tara juga merefleksikan peran Indosat sebagai penghubung antara teknologi terbaik dan kehidupan manusia. Kami percaya teknologi akan semakin berarti ketika dapat diterjemahkan menjadi manfaat dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia,” tambah Ovidia Nomia.
Di Ideafest 2026: Re-Humanize, Peran-Tara menjadi bagian dari pengalaman interaktif di booth Indosat yang menghidupkan gagasan “Heartware Inside the Hardware”. Pengunjung tidak hanya dapat melihat karya tersebut, tetapi juga menjelajahi perjalanan teknologi Indosat.
Tidak hanya sampai di situ, pengunjung yang hadir di Ideafest 2026: Re-Humanize juga bisa berinteraksi secara langsung dengan berbagai pengalaman yang mengajak kita melihat teknologi dari perspektif yang lebih manusiawi.







