NATIVZEN.com – Ketika sebagian besar orang terlelap, sebagian lainnya justru mulai bekerja. Pedagang pasar yang beraktivitas sejak dini hari, petugas keamanan, tenaga medis, hingga nelayan menjadi bagian penting dari kehidupan yang terus bergerak sepanjang malam.
Namun, kisah mereka sering kali luput dari perhatian dan jarang terdokumentasikan. Melalui film pendek “Terekam Dalam Gelap”, Infinix mencoba mengajak masyarakat melihat sisi lain kehidupan malam sekaligus memberikan ruang bagi para pekerja malam untuk mendapatkan apresiasi.
Film yang disutradarai Kevin Rahardjo dan dibintangi Faradina Mufti tersebut menjadi bagian awal dari gerakan dokumentasi kehidupan malam Indonesia yang digagas Infinix melalui Kompetisi Jurnalis Nasional dan Citizen Journalism Competition.

Bukan Sekadar Soal Memotret di Kondisi Minim Cahaya
Bagi Infinix, tantangan fotografi malam hari bukan hanya bagaimana menghasilkan foto yang tetap terang dan tajam. Ada persoalan yang lebih besar: siapa saja yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk diceritakan?
Dalam Terekam Dalam Gelap, penonton diajak mengikuti perjalanan Anya, seorang jurnalis foto yang awalnya memandang malam sebagai ruang penuh ketidakpastian. Seiring perjalanan liputannya, perspektif tersebut berubah ketika ia bertemu dengan para Pejuang Malam—orang-orang yang tetap bekerja ketika sebagian besar kota sedang tertidur.
“Yang sebenarnya selama ini tersembunyi bukanlah ancaman, melainkan orang-orang yang bekerja tanpa pernah benar-benar kita lihat,” ujar Kevin Rahardjo, sutradara Terekam Dalam Gelap.
Infinix NOTE 60 Pro Jadi Andalan untuk Merekam Malam
Menariknya, seluruh foto dokumentasi yang muncul sepanjang film tersebut diambil menggunakan Infinix NOTE 60 Pro. Smartphone yang diperkenalkan pada Februari 2026 ini mengandalkan 50MP OIS Night Master Camera.
Dukungan kamera yang ada pada smartphone di kelas harga Rp 5 jutaan ini mampu membantu menghasilkan foto yang tajam dan stabil dalam kondisi minim cahaya. NOTE 60 Pro juga membawa sejumlah spesifikasi yang ditujukan untuk pengguna dengan aktivitas dinamis.
Di dalamnya terdapat Snapdragon 7s Gen 4 5G Platform, baterai 6.500 mAh, dukungan 90W FastCharge, sistem pendingin 3D Ice Core VC Chamber Cooling, wireless charging, serta layar 144Hz 1.5K Ultra HDR Display.
Lewat proyek ini, Infinix ingin memperlihatkan bahwa kemampuan kamera smartphone tidak berhenti pada urusan menghasilkan gambar berkualitas. Teknologi juga dapat menjadi alat untuk mengabadikan wajah dan cerita orang-orang yang selama ini jarang terlihat.
“Nilainya muncul ketika teknologi mampu membantu lebih banyak orang melihat, memahami, dan mengapresiasi mereka yang selama ini bekerja di balik malam,” kata Tommy Xiong, Country Manager Infinix Indonesia.
Ada Konsep “Shutter Currency”
Terekam Dalam Gelap juga membawa gagasan yang lebih luas melalui konsep Shutter Currency. Infinix menilai dalam ekosistem jurnalistik dan fotografi, fotografer mendapatkan karya, media memperoleh cerita, sementara publik mendapatkan informasi.
Di sisi lain, orang yang menjadi subjek utama cerita belum tentu mendapatkan manfaat secara langsung. Melalui Shutter Currency, pekerja malam yang kisahnya terpilih akan mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menghadirkan cerita yang menginspirasi.
Infinix Buka Kompetisi untuk 50 Jurnalis
Gerakan ini kemudian dilanjutkan melalui Kompetisi Jurnalis Nasional. Infinix membuka kesempatan bagi 50 jurnalis dari berbagai media di Indonesia untuk mendokumentasikan kisah para Pejuang Malam di sejumlah kota.
Para peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan menggunakan Infinix NOTE 60 Pro secara bergantian melalui sistem rotasi selama periode kompetisi. Mereka nantinya dapat merasakan langsung kemampuan kamera 50MP OIS Night Master Camera.

Ya, dengan Infinix NOTE 60 Pro, para peserta dapat mendokumentasikan kehidupan malam di berbagai wilayah Indonesia. Karya yang dihasilkan dapat berupa artikel, photo story, maupun liputan visual dengan fokus pada sisi humanis kehidupan para pekerja malam.
Foto utama yang digunakan dalam kompetisi wajib diambil menggunakan Infinix NOTE 60 Pro dan tidak boleh mengalami manipulasi digital yang mengubah substansi foto. Penilaian akan mempertimbangkan kualitas jurnalistik, kedalaman cerita, nilai berita, kekuatan visual, serta kemampuan peserta menghadirkan kehidupan malam secara autentik.
Pendaftaran kompetisi berlangsung 1–13 Agustus 2026, sementara periode peliputan dijadwalkan pada 17 Agustus hingga 27 Oktober 2026. Peserta berkesempatan memperoleh hadiah berupa uang tunai dan produk Infinix NOTE 60 Pro.
Masyarakat Umum Juga Bisa Ikut Bercerita
Tak hanya jurnalis profesional, Infinix membuka kesempatan bagi masyarakat umum melalui Citizen Journalism Competition. Peserta dapat membagikan kisah para pekerja malam di lingkungan sekitar dalam format Instagram Reels berdurasi 45–90 detik dengan menggunakan hashtag #TerekamDalamGelap.
Tiga karya terbaik akan mendapatkan hadiah berupa Infinix NOTE 60 Pro. Dengan demikian, Infinix tidak hanya menjadikan kemampuan kamera smartphone sebagai bagian dari kampanye produk. Perusahaan juga mencoba membangun gerakan agar semakin banyak kisah kehidupan malam Indonesia yang terdokumentasi.
Saatnya Melihat Mereka yang Selama Ini Tak Terlihat
Melalui Terekam Dalam Gelap, Infinix ingin mengubah cara masyarakat memandang fotografi malam. Gelap bukan lagi sekadar kondisi pencahayaan yang sulit ditaklukkan kamera, tetapi juga ruang yang menyimpan banyak cerita manusia.
Semakin banyak cerita yang berhasil direkam, tentu saja semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi para Pejuang Malam yang selama ini bekerja tanpa banyak terlihat.
Film pendek Terekam Dalam Gelap dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Infinix Indonesia. Informasi mengenai Kompetisi Jurnalis Nasional dan Citizen Journalism Competition juga tersedia melalui situs resmi program tersebut.







