NATIVZEN.com – Bagi sebagian orang, berlari bukan sekadar aktivitas yang bertujuan sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh. Lari telah berkembang menjadi hobi, rutinitas, bahkan cara untuk menantang diri sendiri.
Ada yang memulai dengan berjalan kaki, berlanjut ke 5K, kemudian menargetkan 10K, half marathon, hingga jarak yang lebih jauh. Di balik setiap pencapaian tersebut, terdapat proses yang tidak selalu terlihat, seperti mengatur pace, memantau detak jantung, memahami kemampuan tubuh, serta memastikan pemulihan berjalan dengan baik.
Untuk itulah, teknologi wearable pun hadir bukan hanya sekadar untuk mencatat jumlah langkah atau jarak tempuh, tetapi juga membantu pelari memahami data latihan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Terkait dengan hal itu, Samsung belum lama ini telah meluncurkan smartwatch barunya di Indonesia, yakni Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2. Keduanya membawa beragam fitur menarik dan sejumlah peningkatan dibandingkan generasi pendahulunya.
Tentu saja, yang cukup menarik perhatian adalah Galaxy Watch Ultra2. Ini adalah perangkat wearable yang menggabungkan desain tangguh, pemantauan aktivitas olahraga, fitur kesehatan, serta dukungan ekosistem Galaxy.
Bagi pengguna yang memiliki hobi lari, daya tarik smartwatch tidak hanya terletak pada tampilannya, melainkan pada bagaimana perangkat tersebut digunakan sebelum, selama, dan setelah berlari.
Desain Galaxy Watch Ultra2: Ketangguhan Outdoor dalam Balutan Premium
Galaxy Watch Ultra2 memulai pengalamannya melalui desain yang secara visual mengisyaratkan karakter perangkat outdoor. Samsung mempertahankan pendekatan desain cushion yang ikonik, dipadukan dengan bodi titanium, dan bezel yang diperbarui.
Tidak hanya itu, Samsung juga begitu piawai untuk menempatkan susunan tombol yang ada pada Galaxy Watch Ultra2 agar mudah dijangkau saat beraktivitas. Tentunya, desain ini tidak hanya berbicara tentang estetika.

Bagi pengguna yang aktif berlari, terutama mereka yang menyukai aktivitas luar ruang, smartwatch perlu terasa kokoh sekaligus nyaman ketika dikenakan dalam waktu yang panjang. Watch Ultra2 dirancang dengan fokus pada daya tahan dan penggunaan di berbagai kondisi.
Bodi Titanium dan Marine Band untuk Aktivitas Bergerak
Salah satu elemen yang menonjol pada Galaxy Watch Ultra2 adalah penggunaan bodi titanium. Penggunaan material ini langsung memberikan kesan premium sekaligus mendukung karakter perangkat yang memang ditujukan untuk aktivitas outdoor.
Samsung juga memperkenalkan Marine Band dengan struktur Air Pocket. Struktur tersebut dirancang untuk membantu menjaga kenyamanan di pergelangan tangan, termasuk saat pengguna berkeringat atau beraktivitas di lingkungan yang basah.
Samsung menyebutkan bahwa struktur baru tersebut membuat strap 26% lebih ringan. Bagi pelari, detail seperti strap dapat menjadi faktor yang relevan. Meski demikian, kenyamanan tetap bersifat personal.
Ukuran bodi smartwatch ini adalah 47,4 × 47,1 × 10,7 mm dan bobotnya sekitar 61,5 gram, yang tentunya membuat calon pengguna perlu mempertimbangkan ukuran pergelangan tangan serta preferensi masing-masing.
Layar Terang untuk Melihat Data di Bawah Sinar Matahari
Saat berlari di luar ruangan, layar smartwatch berhadapan dengan tantangan yang berbeda dibandingkan penggunaan di dalam ruangan. Pantulan cahaya matahari dapat membuat informasi di layar lebih sulit dibaca.
Tentunya, ini tantangan bagi pengguna yang saat berlari ingin melihat pace, jarak, atau detak jantung secara cepat. Tak perlu risau! Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan layar Super AMOLED berukuran sekitar 1,5 inci dan tingkat kecerahan hingga 5.000 nits.

Samsung memposisikan layar ini agar informasi tetap terlihat dalam kondisi cahaya terang, termasuk ketika digunakan di outdoor. Untuk pelari, layar yang mudah dibaca dapat membantu mengurangi kebutuhan berhenti atau berulang kali mengatur posisi pergelangan tangan.
Tombol yang Mendukung Penggunaan Saat Berolahraga
Galaxy Watch Ultra2 dilengkapi tiga tombol dengan pemisahan taktil yang dirancang untuk memudahkan interaksi. Tombol Quick dengan aksen oranye juga menjadi bagian dari pendekatan kontrol perangkat.
Dalam aktivitas lari, tombol fisik dapat membantu ketika jari berkeringat atau pengguna ingin mengakses kontrol tanpa terlalu banyak menyentuh layar. Ini merupakan aspek desain yang berpotensi mendukung pengalaman penggunaan.
Fitur Olahraga Galaxy Watch Ultra2 untuk Penggemar Lari
Bagi pelari, smartwatch yang berguna bukan hanya perangkat yang mencatat berapa kilometer telah ditempuh. Nilai tambahnya terletak pada kemampuan mengubah data aktivitas menjadi informasi yang membantu pengguna menyusun latihan hingga mengevaluasi perkembangan.
Galaxy Watch Ultra2 mengintegrasikan fitur olahraga dan kesehatan melalui Samsung Health. Samsung menghadirkan beberapa fitur yang ditujukan untuk membantu pengguna dengan tingkat kebugaran yang berbeda.
Beberapa fitur olahraga berkaitan dengan lari yang bisa termasuk di dalam smartwatch ini antara lain Running Coach, Daily Cardio Load, Trail Run, serta dukungan pemantauan rute dan detak jantung.
- Running Coach: Pendamping Latihan untuk Membangun Kebiasaan Lari
Bagi seseorang yang baru mulai berlari, salah satu tantangan terbesar bukan sekadar menyelesaikan jarak. Tantangannya adalah menjaga konsistensi latihan tanpa memaksakan kemampuan tubuh.
Di sinilah Running Coach menjadi fitur yang menarik untuk diperhatikan. Fitur ini dapat menganalisis pace dan tingkat kebugaran pengguna setelah berlari selama 12 menit untuk membantu membuat program latihan yang dipersonalisasi.

Selain itu, Running Coach juga akan memberikan coaching secara real-time dan menyesuaikan program agar pengguna dapat berlatih pada intensitas yang sesuai dengan target perkembangan yang diinginkan.
- Bagaimana Running Coach dapat membantu pelari?
Bayangkan seorang pengguna yang baru saja menyelesaikan lari 5K dan ingin meningkatkan kemampuannya menuju 10K. Program latihan yang baik tidak harus memaksanya berlari cepat setiap hari.
Ada kebutuhan untuk membangun daya tahan, mengatur intensitas, dan memberikan waktu pemulihan. Running Coach dapat menjadi sarana untuk memperoleh arahan latihan yang lebih terstruktur.
Oleh karena itu, pengguna dapat memanfaatkan panduan tersebut sebagai referensi untuk memahami sesi latihan yang disarankan dan mengamati bagaimana tubuh merespons aktivitas yang dilakukan.
Manfaat potensial bagi pelari pemula:
- Membantu membangun rutinitas latihan secara bertahap.
- Memberikan arahan latihan berdasarkan data kebugaran dan pace yang dianalisis.
- Mendukung pemahaman mengenai perbedaan intensitas latihan.
- Menjadi referensi untuk mengevaluasi perkembangan dari waktu ke waktu.
Program yang dipersonalisasi tidak berarti seluruh rekomendasi otomatis cocok untuk setiap kondisi. Pengguna tetap perlu mempertimbangkan pengalaman berlari, kondisi tubuh, kualitas tidur, serta kebutuhan pemulihan.
Daily Cardio Load: Memahami Beban Latihan, Bukan Sekadar Jarak
Ada anggapan bahwa semakin jauh seseorang berlari, semakin baik pula hasil latihannya. Padahal, jarak bukan satu-satunya variabel yang menentukan beban latihan. Lari 5K dengan intensitas tinggi dapat memberikan tuntutan yang berbeda dibandingkan lari 10K dengan intensitas santai.

Kondisi tubuh, durasi, dan respons detak jantung juga berperan dalam bagaimana aktivitas dirasakan. Samsung memperkenalkan Daily Cardio Load sebagai fitur yang menggunakan data detak jantung untuk mengukur intensitas latihan.
Menariknya lagi, kehadiran fitur ini juga memberikan panduan yang dipersonalisasi terkait volume latihan dan waktu pemulihan yang disarankan. Dengan begitu, pengguna bisa menjalani latihan dengan lebih teratur.
- Mengapa metrik beban kardio penting bagi pelari?
Beban latihan dapat membantu pengguna melihat aktivitas olahraga dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, setelah menyelesaikan sesi lari dengan intensitas tinggi, pengguna dapat mempertimbangkan apakah latihan berikutnya perlu memiliki intensitas lebih rendah.
Dalam rutinitas lari, pemahaman tersebut dapat mendukung pendekatan yang lebih terukur:
- Hari latihan: Pengguna melakukan sesi lari sesuai rencana dan mengamati respons tubuh.
- Evaluasi beban: Data latihan digunakan untuk memahami intensitas aktivitas.
- Penyesuaian: Pengguna mempertimbangkan kebutuhan latihan berikutnya dan pemulihan.
- Konsistensi: Latihan diatur agar dapat dijalankan secara berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan satu sesi berat.
Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa metrik dari smartwatch merupakan estimasi berbasis sensor dan algoritma. Daily Cardio Load bukan diagnosis medis, dan rekomendasi pemulihan tidak seharusnya menggantikan penilaian profesional kesehatan.
Personalized Heart Rate Zone: Membantu Mengatur Intensitas Lari
Bagi pelari yang ingin memahami latihan berbasis intensitas, detak jantung dapat menjadi salah satu data yang dipantau selama beraktivitas. Galaxy Watch Ultra2 mendukung zona denyut jantung yang dipersonalisasi untuk aktivitas lari outdoor.
Fitur ini akan aktif ketika pengguna memilih aktivitas lari outdoor dan memenuhi persyaratan aktivitas tertentu, termasuk berlari secara konsisten selama lebih dari 10 menit dengan kecepatan minimal 4 km/jam.

Konsep zona detak jantung memungkinkan pelari membedakan tingkat intensitas latihan. Secara umum, lari berintensitas lebih rendah dapat digunakan untuk membangun daya tahan, sedangkan sesi dengan intensitas lebih tinggi dapat dimasukkan sesuai rencana latihan.
Satu hal yang juga harus diperhatikan, zona detak jantung tidak boleh dipahami sebagai angka yang berlaku sama untuk semua orang. Pengaturan zona yang tepat bergantung pada metode pengukuran dan kondisi individu.
Race: Membandingkan Performa dengan Catatan Sebelumnya
Salah satu hal yang membuat aktivitas lari menarik adalah proses membandingkan perkembangan diri sendiri. Seorang pelari mungkin ingin mengetahui apakah ia mampu menyelesaikan rute yang sama dengan pace yang lebih baik.
Galaxy Watch Ultra2 punya fitur Race yang memungkinkan pengguna membandingkan performa dengan pencapaian sebelumnya pada rute yang sama. Fitur ini tersedia untuk lari outdoor dan bersepeda outdoor, dengan persyaratan tertentu terkait kecocokan rute dan titik awal.
Dalam penggunaan praktis, Race dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi:
- Apakah pace pada segmen tertentu meningkat?
- Apakah pengguna mampu menjaga ritme lebih stabil?
- Apakah kondisi cuaca atau tingkat kelelahan memengaruhi hasil?
- Apakah target latihan perlu disesuaikan?
Perbandingan catatan sebelumnya yang diraih dapat membantu pelari memahami progres. Meski begitu, hasil satu sesi tidak selalu menggambarkan perkembangan kebugaran secara menyeluruh.
Trail Run: Ketika Lari Membawa Pengguna Keluar dari Jalan Aspal
Bagi pelari yang mulai tertarik menjajal trail running, kebutuhan terhadap perangkat olahraga dapat berubah. Jika lari di jalan perkotaan cenderung berfokus pada jarak, pace, dan waktu, maka trail running menghadirkan faktor tambahan seperti elevasi, tanjakan, turunan, serta karakter medan.

Galaxy Watch Ultra2 menghadirkan fitur Trail Run yang dirancang untuk memberikan insight terkait elevasi, progres pendakian, dan kondisi medan secara real-time. Fitur ini hadir sebagai salah satu kemampuan yang ditujukan untuk membantu pengguna menyesuaikan ritme lari di jalur yang lebih menantang.
- Elevasi dan Pendakian sebagai Bagian dari Strategi Lari
Pada rute trail, pace tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung dengan lari di permukaan datar. Tanjakan dapat memperlambat kecepatan, sementara turunan juga menuntut perhatian terhadap langkah dan keseimbangan.
Informasi elevasi dan progres pendakian dapat membantu pelari memahami karakter rute sebelum atau selama aktivitas. Dengan begitu, strategi lari tidak hanya berfokus pada mempertahankan pace, tetapi juga mengelola tenaga sepanjang jalur.
Galaxy Watch Ultra2 juga mendukung pemuatan file GPX untuk rute yang telah direncanakan, lengkap dengan panduan navigasi tertentu dan Track Back pada aktivitas yang didukung. Fitur ini relevan bagi pengguna yang berolahraga di rute yang belum familiar.
GPS Dual-Frequency: Mendukung Pemantauan Rute dan Jarak
Ketika berlari di lingkungan outdoor, akurasi lokasi menjadi salah satu komponen yang memengaruhi pencatatan jarak dan rute. Gedung, pepohonan, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi penerimaan sinyal satelit.
Menariknya, Galaxy Watch Ultra2 yang dihadirkan oleh Samsung telah dilengkapi GPS dual-frequency, termasuk dukungan L1 dan L5, serta teknologi lokasi seperti GLONASS, BeiDou, Galileo, dan QZSS.
Oleh karena itu, Samsung memposisikan kemampuan ini untuk mendukung pelacakan lokasi, jarak, dan rute saat perangkat digunakan tanpa pengguna harus selalu bergantung pada smartphone.
Bagi pengguna yang rutin berlari, GPS bawaan dapat memberikan pengalaman yang lebih praktis. Smartphone dapat disimpan di saku atau tas lari, sementara data aktivitas tetap dipantau melalui jam tangan.
Hasil pencatatan jarak dan rute dapat bervariasi tergantung kondisi lingkungan, konfigurasi perangkat, dan metode pengukuran. Pelari yang menggunakan data untuk membandingkan performa sebaiknya mempertahankan kondisi pengukuran yang relatif konsisten.
Nutrition Alert: Menghubungkan Aktivitas Lari dengan Kebutuhan Hidrasi
Lari tidak hanya menguji kemampuan otot dan sistem kardiorespirasi. Dalam aktivitas yang berlangsung cukup lama, pengelolaan cairan juga menjadi bagian penting dari persiapan dan pemulihan.
Samsung menghadirkan Nutrition Alert pada Galaxy Watch Ultra2. Fitur ini mengembangkan kemampuan Sweat Loss di Samsung Health dengan memperkirakan kehilangan cairan dan memberikan rekomendasi hidrasi setelah berolahraga.

Samsung juga menampilkan Alarm Asupan Air yang dirancang untuk memberikan pengingat mengenai waktu dan jumlah air yang perlu diminum. Dengan kata lain, mulaia dari saat berlari hingga selesai, pengguna dapat memantau lebih mudah terkait dengan hidrasi.
- Apa relevansinya untuk pelari?
Dalam sesi lari jarak jauh atau ketika cuaca terasa panas, pelari perlu memperhatikan asupan cairan secara lebih sadar. Pengingat hidrasi dapat menjadi alat bantu untuk mengurangi kemungkinan pengguna lupa minum ketika terlalu fokus pada aktivitas.
Perlu diketahui bersama bahwa kebutuhan hidrasi dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, intensitas, durasi, tingkat keringat, serta kondisi individu. Pengguna perlu menyesuaikan strategi hidrasi berdasarkan situasi nyata dan panduan kesehatan yang sesuai.
Fitur Kesehatan dan Recovery: Lari Tidak Berhenti Ketika Sesi Latihan Selesai
Salah satu perubahan cara pandang dalam olahraga modern adalah meningkatnya perhatian terhadap pemulihan. Pelari tidak hanya mengejar hasil latihan, tetapi juga berusaha memahami kapan tubuh membutuhkan istirahat.
Galaxy Watch Ultra2 mendukung fitur kesehatan dalam ekosistem Samsung Health, ini mencakup Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index melalui One UI 9 Watch.

Samsung sendiri menegaskan bahwa fitur-fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengguna Galaxy Watch Ultra2 memahami kondisi tubuh, mengevaluasi beban latihan, serta menyesuaikan aktivitas dengan kebutuhan kebugaran.
- Vitals: Mengubah Data Tubuh Menjadi Insight
Pemantauan kesehatan dapat memberikan informasi mengenai berbagai aspek kondisi tubuh. Dalam konteks pelari, data tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk mengamati perubahan dari waktu ke waktu.
Akan tetapi, penting membedakan antara pemantauan kondisi tubuh dan diagnosis kesehatan. Smartwatch dapat membantu pengguna mengenali pola atau perubahan tertentu, tetapi hasilnya tidak menggantikan pemeriksaan medis.
- Heart Health Score dan Fitness Index
Heart Health Score dan Fitness Index merupakan bagian dari pendekatan Samsung untuk menyajikan insight yang lebih personal. Fitness Index menggabungkan data aktivitas harian, intensitas olahraga, serta sensor kesehatan untuk menghadirkan skor yang dapat digunakan dalam memantau perkembangan kebugaran.
Bagi pelari, skor dapat menjadi titik awal untuk refleksi terhadap kebiasaan olahraga. Namun, angka tersebut sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan kemampuan lari, apalagi untuk menentukan apakah seseorang siap menjalani latihan berat.
Galaxy Watch Ultra2 untuk Pelari: Bagaimana Penggunaannya dalam Rutinitas Nyata?
Setelah membahas desain dan fitur yang tersedia, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana Galaxy Watch Ultra2 dapat ditempatkan dalam rutinitas seorang pelari. Smartwatch tidak harus digunakan hanya ketika mengikuti perlombaan.
Justru, manfaat data-data olahraga yang dihasilkan oleh jam tangan pintar ini dapat terasa ketika perangkat dipakai secara konsisten dalam latihan sehari-hari. Dengan begitu, pengguna bisa mencapai target yang diinginkan.

- Sebelum Lari: Menentukan Target dan Menyiapkan Perangkat
Sebelum memulai sesi latihan, pengguna dapat menyiapkan aktivitas lari pada Galaxy Watch Ultra2 yang digunakan, mulai dari memeriksa kondisi baterai, serta menentukan rute jika diperlukan.
Bagi pelari yang menggunakan Running Coach, program latihan yang tersedia dapat dijadikan referensi untuk memahami sesi yang akan dijalankan. Sementara itu, pengguna yang berencana berlari di area yang belum familiar dapat mempertimbangkan penggunaan fitur rute dan GPS.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berlari:
- Pastikan smartwatch terpasang dengan nyaman dan sensor berada pada posisi yang sesuai.
- Periksa baterai jika sesi latihan akan berlangsung lama.
- Pilih aktivitas lari yang tepat sesuai kondisi latihan.
- Siapkan rute dan perlengkapan yang dibutuhkan.
- Lakukan pemanasan sesuai kebutuhan tubuh.
- Saat Lari: Fokus pada Ritme, Bukan Terus-Menerus Melihat Layar
Ketika sedang berlari, data pace, jarak, dan detak jantung dapat membantu pengguna memahami jalannya sesi latihan. Namun, tidak semua informasi perlu diperiksa setiap beberapa detik. Dengan kata lain, mata tidak perlu sering melihat layar Galaxy Watch Ultra2.
Bagi pelari pemula, terlalu sering mengejar angka pace tertentu dapat membuat aktivitas terasa lebih menekan. Oleh karena itu, penggunaan data yang dihasilkan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan latihan.
Jika sesi tersebut dirancang untuk membangun daya tahan, misalnya, pengguna dapat memprioritaskan ritme yang dapat dipertahankan secara konsisten dibandingkan memaksakan kecepatan.
Dengan begitu, Galaxy Watch Ultra2 yang ada pada pergelangan tangan benar-benar bisa menjadi alat bantu untuk memantau aktivitas, tetapi keputusan selama berlari tetap perlu mempertimbangkan kondisi tubuh dan lingkungan.
- Setelah Lari: Evaluasi dan Beri Waktu untuk Recovery
Sesi latihan belum tentu berakhir ketika pengguna menekan tombol selesai. Tahap evaluasi membantu pelari melihat bagaimana aktivitas berlangsung. Data yang dapat diperhatikan mencakup jarak, durasi, pace, serta informasi intensitas yang tersedia.
Dalam konteks Samsung Health, Daily Cardio Load dan insight kesehatan lainnya yang dihasilkan dapat digunakan sebagai referensi pengguna untuk mempertimbangkan beban latihan dan pemulihan.
Pengguna dapat mengajukan pertanyaan sederhana setelah latihan:
- Apakah intensitas lari sesuai dengan target?
- Bagaimana respons tubuh selama sesi?
- Apakah ada kebutuhan untuk mengurangi intensitas pada latihan berikutnya?
- Apakah jadwal tidur dan pemulihan sudah cukup mendukung rutinitas?
Tentunya, dengan pendekatan seperti itu dapat membantu pengguna untuk membangun kebiasaan latihan yang lebih reflektif, tanpa menjadikan satu hasil lari sebagai ukuran tunggal keberhasilan.
Galaxy Watch Ultra2 dan Ekosistem Samsung Galaxy
Bagi pengguna yang sudah menggunakan smartphone Samsung Galaxy, integrasi perangkat menjadi salah satu aspek yang layak diperhatikan. Galaxy Watch Ultra2 dapat terhubung dengan smartphone Android yang kompatibel melalui Galaxy Wearable.
Sementara, penggunaan dengan perangkat Galaxy membuka akses terhadap pengalaman dan fitur tertentu dalam ekosistem Samsung. Samsung menyatakan bahwa Galaxy Watch Ultra2 tidak dapat digunakan dengan iPhone.
Dalam konteks rutinitas lari, ekosistem dapat membantu pengguna menggabungkan perangkat yang digunakan untuk aktivitas. Namun, manfaat integrasi akan bergantung pada perangkat yang dimiliki, aplikasi yang digunakan, serta fitur yang tersedia di wilayah pengguna.
Untuk pelari yang menggunakan smartphone Galaxy sebagai perangkat utama, Galaxy Watch Ultra2 dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari sistem pemantauan aktivitas yang lebih terhubung.
Harga Galaxy Watch Ultra2 di Indonesia
Untuk mendukung berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari olahraga intens hingga pemantauan kesehatan sehari-hari, Galaxy Watch Ultra2 telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 dengan harga Rp 10.499.000.







