NativZen
Advertising Area

Galaxy Watch Ultra2: Titanium, Lebih Tipis, dan Nyaman Digunakan

Samsung lebih menyempurnakan konstruksi Galaxy Watch Ultra2 melalui pendekatan desain berbasis komputasi.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Di tengah tren smartwatch yang semakin mengutamakan fitur kesehatan, performa, dan daya tahan baterai, desain tetap menjadi faktor penting yang menentukan pengalaman pengguna.

Terlebih bagi mereka yang aktif berlari, mendaki gunung, bersepeda, atau menjalani aktivitas outdoor dengan intensitas tinggi. Smartwatch untuk kebutuhan tersebut tidak cukup hanya memiliki bodi kokoh.

Perangkat wearable ini juga harus terasa stabil ketika digunakan saat bergerak, tidak terlalu membebani pergelangan tangan pengguna, serta tetap nyaman dipakai selama berjam-jam. Kebutuhan inilah yang menjadi salah satu perhatian dari Galaxy Watch Ultra2.

Alih-alih mengubah identitas desain secara drastis, Samsung lebih menyempurnakan konstruksi Galaxy Watch Ultra2 melalui pendekatan desain berbasis komputasi atau yang disebut computational design.

Pendekatan tersebut memungkinkan Samsung mengoptimalkan bentuk dan distribusi tekanan pada pergelangan tangan. Hasilnya, Galaxy Watch Ultra2 diklaim memiliki bodi 12% lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya, meskipun membawa baterai dengan kapasitas lebih besar.

Spesifikasi desain Galaxy Watch Ultra2

AspekKeterangan
Material casingTitanium
Ukuran47 mm
Bobot61,5 gram
Ketebalan bodi12% lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya
Material dan kenyamanan tali26% lebih ringan dan lebih lembut
Pendekatan desainComputational design berbasis analisis data biometrik
Distribusi tekananDiklaim lebih merata dibandingkan generasi sebelumnya
Identitas desainCushion
Fokus pengembanganKetangguhan, efisiensi konstruksi, dan kenyamanan pemakaian

Menggunakan Material Titanium

Salah satu karakter utama Galaxy Watch Ultra2 adalah penggunaan casing titanium yang dirancang untuk menghadapi kondisi luar ruangan yang berat. Titanium menjadi pilihan material yang relevan untuk perangkat wearable berorientasi aktivitas ekstrem.

Pasalnya, titanium menawarkan kombinasi kekuatan struktural dan bobot yang relatif ringan. Selain itu, material ini juga mendukung karakter premium sekaligus memberikan fondasi kokoh bagi smartwatch yang digunakan dalam berbagai kondisi.

Pada Galaxy Watch Ultra2, Samsung mempertahankan karakter tersebut. Casing-nya dirancang untuk menghadapi guncangan dan tantangan penggunaan outdoor, sehingga pengguna dapat mengenakannya ketika berolahraga maupun menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, ketangguhan bukan satu-satunya pertimbangan. Smartwatch dengan konstruksi yang terlalu tebal atau terasa berat berpotensi mengurangi kenyamanan, khususnya ketika digunakan dalam durasi panjang.

Karena itu, penyempurnaan desain Galaxy Watch Ultra2 tidak sekadar berfokus pada pemilihan material. Samsung juga mengoptimalkan konstruksi internal agar perangkat tetap ramping tanpa harus mengorbankan karakter tangguh yang menjadi ciri khas lini Galaxy Watch Ultra.

Bodi 12% Lebih Tipis

Salah satu perubahan menarik pada Galaxy Watch Ultra2 terletak pada ketebalan bodinya. Samsung menyebut perangkat ini memiliki bodi 12% lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya.

Pencapaian tersebut menjadi penting karena Galaxy Watch Ultra2 justru membawa baterai yang lebih besar. Secara desain, penambahan kapasitas baterai biasanya menghadirkan tantangan tersendiri.

Samsung mengatasinya melalui desain ulang pada bagian internal dengan memanfaatkan teknologi baru. Optimalisasi ini memungkinkan komponen dan ruang di dalam perangkat ditata secara lebih efisien sehingga ketebalan bodi dapat dikurangi.

Di sinilah computational design berperan. Ini merupakan pendekatan perancangan yang memanfaatkan pemodelan komputasi untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan desain berdasarkan parameter dan data tertentu.

Dalam konteks Galaxy Watch Ultra2, pendekatan ini juga digunakan untuk menganalisis karakteristik pergelangan tangan manusia dan memahami bagaimana smartwatch berinteraksi dengan permukaan kulit.

Dengan demikian, desain tidak hanya mengandalkan pertimbangan estetika atau intuisi desainer. Bentuk, kenyamanan, dan distribusi tekanan dapat dievaluasi melalui simulasi serta analisis data sebelum diterapkan pada produk.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi komputasi dapat membantu menyempurnakan perangkat wearable. Perubahan desain yang terlihat sederhana dari luar ternyata dapat melibatkan proses analisis yang kompleks di baliknya.

Dirancang Berbasis Data

Bagi pengguna smartwatch, kenyamanan merupakan aspek yang sering kali baru benar-benar terasa setelah perangkat dikenakan selama beberapa jam. Smartwatch yang terasa nyaman ketika pertama kali dipakai belum tentu memberikan pengalaman serupa saat bergerak aktif.

Seperti saat berlari atau menjalani kegiatan sepanjang hari, tekanan yang tidak merata pada pergelangan tangan juga dapat membuat perangkat terasa kurang stabil ketika pengguna bergerak.

Samsung berupaya menjawab tantangan tersebut melalui analisis jutaan titik data biometrik dari pergelangan tangan manusia. Data tersebut digunakan untuk memahami karakteristik bentuk pergelangan tangan dan mengevaluasi distribusi tekanan ketika smartwatch dikenakan.

Berdasarkan hasil analisis yang disampaikan oleh Samsung, Galaxy Watch Ultra2 memiliki distribusi tekanan yang lebih merata dibandingkan generasi sebelumnya. Ini berpotensi membantu perangkat terasa lebih stabil dan nyaman ketika digunakan.

Tentu saja, hal ini menjadikan Galaxy Watch Ultra2 relevan bagi pengguna yang membutuhkan smartwatch untuk aktivitas dengan banyak gerakan, seperti berlari, bersepeda, maupun menjelajahi jalur outdoor.

Meski demikian, tingkat kenyamanan yang dirasakan setiap orang tetap dapat berbeda, bergantung pada bentuk pergelangan tangan yang dmiliki, posisi pemasangan, dan kekencangan tali.

Hal yang menarik dari pendekatan ini adalah penggunaan data sebagai dasar penyempurnaan desain. Samsung tidak hanya berusaha membuat Galaxy Watch Ultra2 terlihat lebih ramping, tetapi juga mengoptimalkan bagaimana smartwatch tersebut dikenakan dalam kehidupan nyata.

Dengan kata lain, desain yang baik tidak berhenti pada penampilan saja. Desain juga harus mampu mendukung pengalaman pengguna ketika perangkat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari aktivitas ringan hingga yang berat.

Tali Dibuat Lebih Ringan dan Lembut

Selain casing, Samsung juga turut menyempurnakan aspek kenyamanan lainnya, yakni melalui penggunaan tali alias strap yang 26% lebih ringan dan lebih lembut. Perubahan ini berkontribusi terhadap pengalaman pemakaian secara keseluruhan.

Dalam penggunaan smartwatch, tali juga memiliki peran penting karena menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan pergelangan tangan sekaligus menjaga perangkat tetap berada pada posisinya.

Tali yang lebih ringan dapat membantu mengurangi beban yang dirasakan pengguna, sementara karakter yang lebih lembut berpotensi meningkatkan kenyamanan ketika perangkat dikenakan dalam waktu lama.

Manfaatnya dapat dirasakan dalam berbagai skenario penggunaan. Ketika bekerja, bepergian, atau berolahraga, pengguna tidak harus terus-menerus melepas smartwatch hanya karena perangkat terasa mengganggu pergelangan tangan.

Bagi pelari dan penggemar aktivitas outdoor, stabilitas pemasangan juga menjadi pertimbangan penting. Smartwatch yang terlalu banyak bergerak di pergelangan tangan berpotensi mengganggu pengalaman penggunaan.

Kombinasi bodi lebih tipis, tali lebih ringan, dan distribusi tekanan yang lebih merata menjadi bagian dari upaya Samsung untuk menghadirkan perangkat yang tetap tangguh, tetapi lebih nyaman digunakan sepanjang hari.

Desain Cushion Tetap Dipertahankan

Dari sisi identitas visual, Galaxy Watch Ultra2 tetap mempertahankan pendekatan desain yang sebelumnya diperkenalkan pada Galaxy Watch8, termasuk desain cushion yang menjadi bagian dari bahasa desain generasi terbaru Galaxy Watch.

Desain cushion yang ditawarkan mampu menghadirkan bentuk menyerupai bantalan dengan sudut membulat yang memberikan karakter berbeda dibandingkan smartwatch dengan casing bundar konvensional.

Samsung mengklaim bahwa desain tersebut mendapatkan tanggapan positif dari pengguna. Karena itu, Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 mempertahankan identitas desain intinya sambil menghadirkan penyempurnaan yang dianggap lebih bermakna.

Keputusan tersebut memperlihatkan pendekatan desain yang tidak selalu harus dimulai dari perubahan visual besar-besaran. Ketika sebuah identitas desain sudah mendapatkan respons positif, peningkatan pengalaman penggunaan dapat menjadi prioritas berikutnya.

Dalam kasus Galaxy Watch Ultra2, fokusnya terletak pada efisiensi konstruksi, ketebalan bodi, serta kenyamanan ketika perangkat dikenakan. Hasilnya, desain yang mempertahankan karakter khas lini Ultra, tetapi membawa sejumlah penyempurnaan pada aspek penggunaan.

Tetap Ringan dengan Ukuran 47 mm

Bagi konsumen yang tertarik meminang Galaxy Watch Ultra2, smartwatch ini hanya tersedia dalam satu pilihan ukuran, yakni 47 mm, dengan bobot 61,5 gram. Angka tersebut menjadi menarik jika dikaitkan dengan kapasitas baterainya yang lebih besar.

Pada genarasi sebelumnya, Samsung hanya membekali dengan baterai berkapasitas 590 mAh, sementara Galaxy Watch Ultra2 dibekali baterai 800 mAh. Samsung mengklaim baterai Galaxy Watch Ultra2 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Galaxy Watch.

Dengan baterai berkapasitas lebih besar, bodi yang justru 12% lebih tipis menunjukkan bahwa pengembangan perangkat tidak hanya mengandalkan penambahan ruang untuk komponen. Optimalisasi desain internal juga menjadi bagian penting.

Hal itu bertujuan menyeimbangkan kebutuhan daya tahan, ketangguhan, dan ergonomi. Bobotnya 61,5 gram juga perlu dilihat dalam konteks penggunaan. Bagi sebagian pengguna, smartwatch berukuran 47 mm menawarkan bidang layar dan konstruksi yang sesuai untuk aktivitas outdoor.

Namun, ukuran tersebut belum tentu ideal untuk semua orang, terutama pengguna dengan pergelangan tangan yang lebih kecil. Karena itu, selain memperhatikan spesifikasi, calon pengguna sebaiknya mempertimbangkan proporsi perangkat ketika dikenakan secara langsung.

Oleh karena itu, desain yang lebih tipis dan tali atau strap yang lebih ringan memang menjadi langkah penting, tetapi kesesuaian ukuran tetap berperan dalam menentukan kenyamanan individual. Hal inilah yang bisa kamu rasakan saat menggunakan Galaxy Watch Ultra2.

Harga dan Ketersediaan

Untuk mendukung kebutuhan pengguna, Galaxy Watch Ultra2 hadir sebagai smartwatch untuk aktivitas outdoor dan intensif. Smartwatch ini hadir dalam ukuran 47mm dengan pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Gray seharga Rp 10.499.000.

Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki Galaxy Watch Ultra2, perangkat wearable ini telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 dan dapat dibeli melalui www.samsung.com/id atau gerai resmi Samsung di seluruh Indonesia.

Hingga 31 Oktober 2026, pembelian Galaxy Watch Ultra2 disertai sejumlah penawaran khusus:

  • Cicilan mulai dari Rp 800 ribuan per bulan
  • Cashback hingga Rp 1 jutaan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series
  • Free berlangganan Strava selama 60 hari

Samsung juga menawarkan Galaxy Watch9, yang  hadir dalam ukuran 40mm seharga Rp 5.999.000 (Cream dan Graphite) dan 44mm seharga Rp 6.499.000 (Graphite dan Silver). Samartwatch ini juga menawarkan beragam fitur menarik di dalamnya.

Hingga 31 Oktober 2026, pembelian Galaxy Watch9 disertai sejumlah penawaran khusus:

  • Cicilan mulai dari Rp 499 ribuan per bulan
  • Cashback hingga Rp 500 ribuan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series
  • Free berlangganan Strava selama 60 hari
Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.