NativZen
Advertising Area

Galaxy Watch Ultra2 Punya Baterai 800 mAh dan Layar 5.000 Nit, Apa Keunggulannya?

Daya tahan hingga 60 jam dengan Always-On Display dan fast charging 40% dalam 30 menit.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Bagi pengguna smartwatch, baterai dan layar bukan sekadar spesifikasi di atas kertas. Keduanya menentukan seberapa nyaman perangkat digunakan sepanjang hari, mulai dari memantau aktivitas fisik, hingga membaca notifikasi di bawah terik matahari.

Hal tersebut menjadi perhatian utama Samsung dalam menghadirkan Galaxy Watch Ultra2. Smartwatch ini mengandalkan baterai berkapasitas besar dan layar dengan tingkat kecerahan tinggi untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih optimal.

Peningkatan tersebut juga menunjukkan bahwa smartwatch untuk aktivitas ekstrem tidak cukup hanya mengandalkan fitur kesehatan dan kebugaran. Ketahanan daya, keterbacaan layar, serta stabilitas performa menjadi bagian penting yang menentukan pengalaman penggunaan.

Spesifikasi Utama Samsung Galaxy Watch Ultra2

SpesifikasiDetail
Kapasitas baterai800 mAh
Peningkatan kapasitas baterai35% dibanding Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya
Daya tahan bateraiHingga 60 jam dengan Always-On Display aktif
Pengisian daya cepatHingga 40% dalam 30 menit
Mode hemat dayaAktif otomatis saat baterai hampir habis di tengah aktivitas olahraga
Tingkat kecerahan layarHingga 5.000 nit
Kecerahan Galaxy Watch9 sebagai pembandingHingga 3.000 nit
ChipsetSnapdragon Wear Elite
Peningkatan performa CPU32% dibanding generasi sebelumnya
Peningkatan performa GPU19% dibanding generasi sebelumnya
Pengelolaan suhuMekanisme pendinginan untuk membantu menjaga kestabilan performa
Fokus penggunaanAktivitas outdoor, olahraga berdurasi panjang, dan navigasi

Baterai 800 mAh, Terbesar dalam Sejarah Galaxy Watch

Salah satu peningkatan paling menarik pada Galaxy Watch Ultra2 terletak pada kapasitas baterainya. Samsung membekali perangkat wearable ini dengan baterai 800 mAh, atau meningkat 35% dibandingkan Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya.

Peningkatan kapasitas baterai ini juga relevan bagi pengguna yang mengandalkan smartwatch bukan hanya untuk melihat waktu atau menerima notifikasi, tetapi juga untuk memantau berbagai aktivitas fisik secara berkelanjutan.

Ketika digunakan untuk berlari, mendaki, bersepeda, atau menjelajahi jalur outdoor, smartwatch perlu mempertahankan daya yang cukup untuk menjalankan pencatatan aktivitas, pemantauan kondisi tubuh, serta fungsi navigasi.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting ketika pengguna menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan. Tidak semua perjalanan memungkinkan pengguna untuk mengisi ulang daya perangkat di tengah aktivitas.

Daya Tahan Hingga 60 jam dengan Always-On Display

Kapasitas baterai yang besar akan semakin menarik ketika dipadukan dengan pengelolaan daya yang efisien. Galaxy Watch Ultra2 diklaim oleh Samsung mampu bertahan hingga 60 jam saat fitur Always-On Display (AOD) aktif.

Always-On Display memungkinkan informasi pada layar tetap terlihat tanpa pengguna harus mengangkat pergelangan tangan atau mengetuk layar terlebih dahulu. Fitur ini praktis untuk melihat waktu, atau membaca informasi singkat ketika sedang beraktivitas.

Namun, layar yang terus menampilkan informasi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumsi daya smartwatch. Tentunya, kemampuan bertahan hingga 60 jam dengan AOD aktif memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna.

Bagi pelari jarak jauh, misalnya, daya tahan baterai juga menjadi faktor penting ketika melakukan latihan panjang atau mengikuti perlombaan yang membutuhkan waktu berjam-jam saat di luar ruangan alias outdoor.

Meski demikian, angka 60 jam perlu dipahami sebagai klaim daya tahan maksimum dalam kondisi penggunaan tertentu. Durasi aktual dapat berbeda bergantung pada pengaturan layar, intensitas pemantauan kesehatan, penggunaan GPS, konektivitas, dan aplikasi yang berjalan.

Terlebih, saat penggunaan GPS secara terus-menerus untuk merekam aktivitas olahraga. Biasanya hal ini akan memberikan beban daya berbeda dibandingkan pemakaian smartwatch sehari-hari.

Karena itu, bagi pengguna yang mengutamakan pencatatan aktivitas outdoor berdurasi panjang, kapasitas baterai besar tetap perlu dipertimbangkan bersama mode olahraga dan pengaturan daya yang digunakan.

Fast Charging 40% dalam 30 Menit

Selain kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya turut menentukan kenyamanan penggunaan smartwatch. Galaxy Watch Ultra2 mendukung pengisian daya cepat yang diklaim mampu mengisi baterai hingga 40% dalam waktu 30 menit.

Kemampuan ini berguna bagi pengguna dengan jadwal padat. Mereka tidak harus menunggu baterai terisi penuh untuk kembali menggunakan perangkat, terutama ketika hanya memiliki waktu singkat sebelum berangkat bekerja atau memulai sesi olahraga.

Bayangkan seorang pelari yang baru menyadari baterai smartwatch hampir habis sebelum berangkat latihan. Waktu pengisian selama setengah jam dapat memberikan tambahan daya untuk penggunaan berikutnya.

Mode Hemat Daya saat Baterai Hampir Habis

Keunggulan baterai bukan hanya soal kapasitas besar, tetapi juga bagaimana smartwatch memiliki kemampuan untuk mempertahankan beberapa fungsi penting ketika catu daya mulai menipis.

Galaxy Watch Ultra2 dirancang untuk mengaktifkan mode hemat daya secara otomatis ketika baterai hampir habis di tengah aktivitas olahraga. Mekanisme ini memungkinkan aktivitas tetap bisa dilacak sehingga pengguna tidak langsung kehilangan pencatatan saat latihan

Fitur tersebut relevan untuk aktivitas yang sulit dihentikan di tengah jalan, seperti trail running, hiking, atau bersepeda jarak jauh. Dalam kegiatan seperti ini, informasi mengenai durasi, jarak, dan perkembangan aktivitas dapat menjadi bagian penting dari evaluasi latihan.

Kehilangan data sebelum aktivitas selesai tentu dapat mengganggu pengalaman pengguna. Dengan pengelolaan daya otomatis, Galaxy Watch Ultra2 berupaya menjaga fungsi pelacakan tetap berjalan ketika kondisi baterai tidak lagi ideal.

Layar 5.000 Nit, Tetap Terbaca di Bawah Terik Matahari

Jika baterai menjadi fondasi ketahanan penggunaan, layar merupakan bagian yang menentukan seberapa mudah pengguna berinteraksi dengan smartwatch. Galaxy Watch Ultra2 membawa layar dengan tingkat kecerahan puncak hingga 5.000 nit.

Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama perangkat, terutama bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan. Layar yang kurang terang dapat membuat informasi sulit dibaca, sehingga pengguna harus mencari tempat teduh atau menutupi layar dengan tangan.

Situasi tersebut tentu kurang praktis ketika sedang berlari, bersepeda, atau mendaki. Dengan kecerahan puncak hingga 5.000 nit, Galaxy Watch Ultra2 dirancang agar informasi pada layar tetap terlihat jelas dalam kondisi pencahayaan lingkungan yang terang.

Pengguna dapat mengecek data latihan, membaca notifikasi, atau melihat informasi navigasi dengan lebih nyaman ketika berada di jalur outdoor. Keuntungan lainnya ketika pengguna berpindah dari area teduh ke lokasi terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

Layar memiliki ruang kecerahan lebih besar untuk menghadapi perubahan kondisi pencahayaan tersebut. Meski begitu, tingkat kecerahan maksimum tidak selalu digunakan sepanjang waktu. Ini menyesuaikan kondisi lingkungan, pengaturan perangkat, serta suhu dan daya.

Lebih Terang dibandingkan Galaxy Watch9

Untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan layar Galaxy Watch Ultra2, kita bisa membandingkannya dengan Galaxy Watch9. Layar yang terpasang pada Galaxy Watch9 memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nit.

Secara nominal, angka tersebut menunjukkan perbedaan yang terbilang besar, yakni hingga 2.000 nit, atau sekitar 66,7% lebih tinggi dibandingkan angka kecerahan maksimum yang dimiliki oleh layar Galaxy Watch9.

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa Galaxy Watch Ultra2 memiliki keunggulan pada spesifikasi kecerahan layar. Namun, kecerahan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas tampilan.

Keterbacaan di luar ruangan juga dipengaruhi oleh pantulan cahaya, desain antarmuka, ukuran teks, serta penyesuaian kecerahan otomatis. Meski demikian, bagi pengguna yang lebih sering beraktivitas di bawah sinar matahari langsung, kemampuan mencapai 5.000 nit berpotensi memberikan manfaat nyata.

Keunggulan ini juga relevan untuk aktivitas di dekat air. Samsung menyoroti kemampuan layar agar informasi tetap mudah dibaca ketika perangkat digunakan di lingkungan outdoor maupun di dalam air, sesuai kondisi penggunaan dan batas ketahanan air perangkat.

Bagi pengguna yang mengandalkan smartwatch untuk olahraga air atau aktivitas luar ruangan, layar yang mudah dibaca akan membantu mengurangi kebutuhan untuk berulang kali mengatur posisi pergelangan tangan demi melihat informasi yang ditampilkan.

Kombinasi Baterai dan Layar untuk Olahraga Berdurasi Panjang

Baterai besar dan layar terang sebenarnya menjawab dua kebutuhan yang saling berkaitan. Di satu sisi, pengguna membutuhkan informasi di layar yang mudah dibaca dengan cepat. Di sisi lain, layar yang digunakan secara intensif harus didukung pengelolaan daya yang baik.

Kombinasi baterai 800 mAh, daya tahan hingga 60 jam dengan Always-On Display aktif, dan kecerahan layar hingga 5.000 nit menempatkan Galaxy Watch Ultra2 sebagai perangkat yang dirancang untuk menghadapi kebutuhan penggunaan lebih menantang.

Dalam skenario trail running, misalnya, pelari membutuhkan akses cepat terhadap informasi durasi latihan, jarak tempuh, serta data navigasi. Ketika berada di jalur terbuka yang terpapar matahari, layar yang terang membantu menjaga keterbacaan informasi tersebut.

Pada saat yang sama, baterai berkapasitas besar memberi ruang penggunaan lebih panjang. Mode hemat daya otomatis juga menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika baterai mendekati batas minimum.

Pendekatan serupa berlaku bagi pendaki. Seperti yang kita tahu bersama, aktivitas di alam terbuka dapat berlangsung selama berjam-jam, bahkan lebih dari satu hari, bergantung pada rute dan tujuan perjalanan.

Dalam kondisi tersebut, smartwatch yang memiliki kapasitas baterai lebih besar dan layar yang mudah dibaca dapat membantu pengguna mengakses informasi tanpa terlalu sering mengkhawatirkan daya maupun kondisi pencahayaan.

Tentu saja, daya tahan aktual ketika GPS digunakan terus-menerus untuk navigasi dan perekaman olahraga perlu diperhatikan secara terpisah. Klaim 60 jam dengan AOD aktif tidak otomatis berarti perangkat mampu merekam GPS selama durasi yang sama.

Karena itu, pengguna yang merencanakan aktivitas ekstrem tetap perlu mengisi daya sebelum berangkat, menyesuaikan pengaturan yang tidak diperlukan, dan membawa sumber daya cadangan jika perjalanan berlangsung lama.

Snapdragon Wear Elite Dukung Performa dan Efisiensi

Selain baterai dan layar, Galaxy Watch Ultra2 juga mengandalkan chip Snapdragon Wear Elite untuk mendukung performanya. Chip ini menawarkan peningkatan performa CPU sebesar 32% dan GPU sebesar 19% dibandingkan generasi sebelumnya.

Peningkatan tersebut berpotensi membuat interaksi dengan perangkat terasa lebih responsif, mulai dari perpindahan antarmenu hingga pengoperasian aplikasi. Transisi yang lebih mulus juga membantu pengguna mengakses informasi tanpa harus menunggu terlalu lama.

Bagi smartwatch yang digunakan untuk olahraga, responsivitas antarmuka menjadi faktor penting. Pengguna dapat lebih mudah berpindah antara tampilan data latihan dan informasi lain ketika sedang bergerak.

Peningkatan performa juga disebut berdampak pada akurasi GPS yang makin tajam. Namun, akurasi penentuan posisi tidak hanya ditentukan oleh chip, melainkan juga oleh sistem penerima satelit, antena, kondisi lingkungan, dan algoritma pemrosesan lokasi.

Dengan demikian, peningkatan kemampuan pemrosesan yang ditawarkan oleh Galaxy Watch Ultra2 ini dapat menjadi bagian dari pengalaman navigasi yang lebih baik, tetapi hasil pelacakan tetap dipengaruhi oleh kondisi penggunaan.

Menariknya, chip tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi daya dan pengelolaan suhu. Kedua aspek ini penting untuk perangkat yang digunakan dalam aktivitas outdoor dengan durasi panjang.

Smartwatch yang menjalankan berbagai fungsi secara bersamaan membutuhkan pengelolaan energi dan panas yang baik. Tanpa pengelolaan tersebut, konsumsi daya dapat meningkat dan perangkat berpotensi mengurangi performa untuk menjaga suhu operasional.

Galaxy Watch Ultra2 disebut memiliki mekanisme pendinginan yang membantu menjaga kestabilan performa selama aktivitas outdoor yang panjang dan intens. Jelas, ini menjadi salah satu faktor pendukung bagi pengalaman penggunaan secara keseluruhan.

Harga dan Ketersediaan

Untuk mendukung kebutuhan pengguna, Galaxy Watch Ultra2 hadir sebagai smartwatch untuk aktivitas outdoor dan intensif. Smartwatch ini hadir dalam ukuran 47mm dengan pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Gray seharga Rp 10.499.000.

Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki Galaxy Watch Ultra2, perangkat wearable ini telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 dan dapat dibeli melalui www.samsung.com/id atau gerai resmi Samsung di seluruh Indonesia.

Hingga 31 Oktober 2026, pembelian Galaxy Watch Ultra2 disertai sejumlah penawaran khusus:

  • Cicilan mulai dari Rp 800 ribuan per bulan
  • Cashback hingga Rp 1 jutaan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series
  • Free berlangganan Strava selama 60 hari

Samsung juga menawarkan Galaxy Watch9, yang  hadir dalam ukuran 40mm seharga Rp 5.999.000 (Cream dan Graphite) dan 44mm seharga Rp 6.499.000 (Graphite dan Silver). Samartwatch ini juga menawarkan beragam fitur menarik di dalamnya.

Hingga 31 Oktober 2026, pembelian Galaxy Watch9 disertai sejumlah penawaran khusus:

  • Cicilan mulai dari Rp 499 ribuan per bulan
  • Cashback hingga Rp 500 ribuan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series
  • Free berlangganan Strava selama 60 hari
Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.